e-Government di Indonesia: Berkembang, Tapi Lambat

0 komentar


 http://images.detik.com/content/2013/09/04/323/kominfosims46000.jpg

Jakarta - Langkah Indonesia untuk mengadopsi e-government diapresiasi Microsoft. Meski demikian, perjalanan untuk menuju kesempurnaan layanan publik dan pemerintahan berbasis elektronik ini masih jauh dari garis finish.

Tony Seno Hartono, National Technology Officer Microsoft Indonesia, mengaku optimistis Indonesia suatu saat bisa sepenuhnya mengimplementasikan e-government. Sebab menurutnya, peraturan dan perundangan yang ada di negeri ini sudah sangat menunjang.

Dipaparkannya, Indonesia punya dasar hukum untuk e-government, mulai dari Inpres No. 6/2001 tentang Telematika, UU ITE No. 11/2008, UU No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, UU No. 25/2009 untuk Pelayanan Publik, Inpres No. 3/2003, serta Permen PANRB No. 6/2011

"Semuanya untuk visi 2025, menjadi masyarakat maju berbasis knowledge society. Kita sudah menuju ke arah sana, progresnya ada tapi masih pelan. Masih terhambat di masalah birokrasi dan terkendala dari sisi sumber daya manusia," kata Tony kepada detikINET di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (4/9/2013).

Meski demikian, Tony cukup optimistis. Karena upaya Microsoft untuk mengawal e-government di Indonesia cukup direspons positif. Dalam beberapa tahun terakhir, pihak Microsoft telah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga publik dan pemerintahan.

"Yang jelas, sebagian besar pemerintah sudah mengadopsi. Mulai dari kementerian dan lembaga-lembaga di public sector, ada 80-an yang sudah kita tangani, tapi yang betul-betul fokus baru 10 saja. Kebanyakan baru tahap pertama. Kami juga bekerjasama dengan UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan) untuk inisiatif open government. Seluruh lembaga yang di bawah UKP4 saling terhubung."

Melihat kondisi e-government yang berjalan lambat, Microsoft pun mengusulkan pendekatan baru. Pendekatan yang diusulkan antara lain penggunaan teknologi informasi di pemerintahan untuk mentransformasikan hubungan dengan warga, pelaku usaha, dan seluruh lembaga pemerintahan.

"Kami mengusulkan pendekatan baru e-government. Karena ini bukan suatu tujuan, tapi perjalanan. Bukan teknologinya, tapi penerapannya bagaimana bisa dinikmati. e-government ada tahapannya, perlu diperkuat keamanannya. Tahap pertama, keamanan portal, kemudian terkait transaksi pembayaran, sampai tahap terakhir konsolidasi seluruh kementerian," paparnya.

Kata Tony, jika e-government sudah full diaplikasikan di pemerintahan dan layanan publik, misalnya, bisa menghemat biaya dan menekan pemborosan anggaran dalam jumlah yang sangat signifikan.

"Suatu lembaga publik atau kementerian, misalnya, jika biasanya butuh satker (satuan kerja) sampai 300, mungkin dengan e-government ini jadi cuma butuh 10 satker saja. Karena semua sudah tersentralisasi dan tidak ada duplikasi. Penggunaan kertas juga bisa ditekan jadi paperless, tapi karena di Indonesia masih butuh dokumen yang ditandatangani dengan kertas, sekarang baru bisa less paper saja," pungkasnya.

Fans 'Fifty Shades of Grey' Bikin Petisi Tolak Charlie Hunnam & Dakota Johnson

0 komentar

 
http://images.detik.com/content/2013/09/04/229/fifdlm.jpg
 
 
Jakarta - Penggemar yang kecewa terhadap pemilihan Charlie Hunnam dan Dakota Johnson sebagai pemeran Christian Grey dan Anastasia Stelle, kembali bereaksi. Setelah mengungkapkan kekecewaan mereka di berbagai media sosial, kini lebih dari 7 ribu penggemar membuat petisi penolakan.

Petisi online tersebut dibuat di situs Change.org. Sekitar 7.600 penggemar 'Fifty Shades of Grey' yang versi novelnya dibuat E.L James itu mengajukan dua kandidat lain.

Mereka lebih memilih Matt Bomer dan Alexis Bledel untuk menggantikan Charlie Hunnam dan Dakota Johnson. "Matt dan Alexis lebih cocok memerankan Christian dan Ana," ucap salah seorang penggemar seperti dilansir Metro.co.uk, Rabu (4/9/2013).

Bagi Anda yang sudah membaca novel '50 Sahdes of Grey', mungkin bisa membayangkan akan seperti apa adegan romantis antara karakter Christian Grey dan Anastasia Steele. Charlie dan Dakota yang terpilih sebagai bintang utama karena dinilai memiliki sexual chemistry yang kuat.

'Fifty Shades of Grey' sendiri bercerita tentang mahasiswi berusia 21 tahun Anastasia yang menjalani hubungan 'S&M' dengan pengusaha muda kaya bernama Christian. Hubungan mereka dibahas lebih dalam di buku selanjutnya, "Fifty Shades Darker" dan "Fifty Shades Freed".

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop AS pada 1 Agustus 2014.

 
Welcome To My Blog © 2012 | Designed by Meingames and Bubble shooter